Review Public Relations (Buku: Public Relations Writing, Rahmat Kriyantono)
1.1 APA ITU PUBLIC RELATIONS
·
The First World
Forum of Public Relations
“Public
Relations practice adalah seni dan ilmu pengetahuan mengenai proses
menganalisis tren, memprediksi konsekuensi-konsekuensinya, memberikan konseling
kepada pimpinan organisasi, dan mengimplementasikan program yang terencana yang
akan melayani kepentingan organisasi dan publik.”
Beberapa
pengertian diatas, memunculkan konsep-konsep penting ketika membahas Public Relations. Konsep-konsep tersebut
adalah karateristik Public Relations,
tujuan, fungsi, idang pekerjaan maupun alat-alat yang digunakan Public Relations dalam beraktivitas.
Istilah Public Relations sering diartikan menjadi “Hubungan Masyarakat
(Humas)”. Sebenarnya penggunaan istilah Hubungan Masyarakat ini tidak tepat.
Arti kata “public” dalam Public Relations berbeda dengan kata
“masyarakat” dalam Hubungan Masyarakat. Istilah nasyarakat terlalu luas,
sedangkan publik hanyalah bagian dari masyarakat yang luas itu. Publik
merupakan sekumpulan orang atau kelompok dalam masyarakat yang memiliki
kepentingan atau perhatian yang sama terhadap sesuatu hal. Kepentingan yang
sama itulah yang mengikat anggota publik satu sama lainnya.
Publik (bisa juga disebut stakeholders) adalah sasaran kegiatan Public Relations. Publik berbeda-beda
menurut jenis organisasi atau perusahaannya. Namun secara umum publik dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu publik internal dan publik eksternal.
a.
Publik Internal
adalah publik yang berada dalam organisasi tempat Public Relations bekerja, misalnya karyawan dan keluarganya maupun
pihak manajemen (CEO, direksi, manajer, dan stokeholders).
b.
Publik Eksternal
antara lain konsumen atau pelanggan, komunitas, kelompok-kelompok masyarakat
(kelompok penekan atau pressure group,
lembaga swadaya masyarakat), pemerintah, bank, pemasok, media massa dan
sebagainya.
Kegiatan Public
Relations yang sasarannya publik internal disebut internal relations, sedangkan
untuk publik eksternal disebut external relations.
1.2 TUJUAN
Dalam
realita praktik Public Relations di
perusahaan, tujuan PR antara lain menciptakan pemahaman publik, membangun citra
korporat, membangun opini publik yang favourable
serta membentuk goodwill dan
kerjasama.
1.
Menciptakan pemahaman (mutual understanding) antara
perusahaan dan publiknya
Tujuan
kegiatan PR pertama kali adalah berupaya menciptakan saling pengertian antara
perusahaan dan publiknya. Melalui kegiatan komunikasi diharapkan terjadi
kondisi kecukupan informasi antara perusahaan dan publiknya. Kecukupan
informasi ini merupakan dasar untuk mencegah kesalahan persepsi. Kesalahpahaman
akibat salah persepsi atau kekurangan ingormasi merupakan kesalahan yang
mendasar dalam kegiatan komunikasi.
2.
Membangun citra korporat
Citra
merupakan gambaran yang ada dalam benak publik tentang perusahaan. Citra adalah
persepsi publik tentang perusahaan menyangkut pelayanannya, kualitas produk,
buday perusahaan, perilaku perusahaan, atau perilaku individu-individu dalam
perusahaan dan lainnya. Citra perusahaan bukan hanya dilakuan seorang PR
sendirian, tapi perilaku seluruh unsur perusahaan ikut andil dalam pembentukan
citra ini, baik disadari maupun tidak.
Citra
positif merupakan langkah penting menggapai reputasi perusahaan di mata
khalayak. Ada empat lapis reputasi yang perlu dikelola PR, yakni: reputasi
korporat (corporate branding), reputasi
industri (industrial branding),
reputasi personal para eksekutif dan karyawan (personal branding), dan reputasi produk atau jasa yang ditawarkan (product branding).
3.
Citra Korporat melalui Program CSR
CSR
adalah investasi sosial perusahaan yang bersifat jangka panjang. Secara
berangsur akan terbentuk citra positif terhadap kegiatan sosial yang dilakukan.
Beberapa kegiatan bisa menjadi trade mark
perusahaan yang berpengaruh dalam memperkuat merek produk.
4.
Membentuk opini publik yang favourable
Sikap
publik terhadap perusahaan bila diekspresikan disebut opini publik. Jadi, opini
publik ini merupaan ekspresi publik mengenai persepsi dan sikapnya terhadap
perusahaan. Ada tiga jenis opini, yaitu positif, negative, dan netral
5.
Membentuk goodwill dan kerjasama
Pada
tahap ini, tujuan PR sudah pada tahap tindakan nyata. Artinya sudah tercipta
jalinan kerja sama dalam membentuk perilaku tertentu yang mendukung
keberhasilan perusahaan. Misalnya publik turut serta mensukseskan kampanye PR
atau tetap loyal mengkonsumsi produk perusahaan.
Goodwill
dan kerjasama dapat terwujud karena ada inisiatif yang dilakukan berulang-ulang
oleh PR perusahaan untuk menanamkan saling pengertian dan kepercayaan kepada
publiknya. Kemudian diikuti tindakan nyata perusahaan untuk komitmen mewujudkan
kepentingan publik.
1.3 PUBLIKASI
DAN PUBLISITAS
Tugas
pokok PR adalah menciptakan citra positif perusahaan dimata publiknya. Citra
positif dapat terbentuk publik mempunyai persepsi yang positif terhadap
perusahaan. Agar itu dapat dicapai maka publik harus dalam kondisi kecukupan
informasi tentang perusahaan. Artinya, tidak aa kesenjangan informasi antara
perusahaan dengan publiknya dan sebaliknya. Karena itu Public Relations dituntut menjaga arus informasi agar berjalan dua
arah timbal balik.
Publikasi
berasal dari kata “publicare” yang
artinya “untuk umum”. Jadi, publikasi adalah kegiatan mengenalkan perusahaan
sehingga umum dapat mengenalnya.
Sedangkan Publisitas adalah publikasi yang menggunakan media massa
sebagai sarana penyebarluasan informasi. Publisitas adalah publikasi perusahaan
yang dimuat media massa. Dengan demikian, pengertian publikasi lebih luas dan
publisitas adalah bagian dari aktivitas publikasi.
Selama
ini terdapat anggapan bahwa publikasi dan publisitas adalah kegiatan yang sama,
yaitu kegiatan mengenalkan perusahaan kepada pihak luar. Pendapat ini memang
bisa diterima. Namun dalam konteks kegiatan PR, publisitas dan publikasi
berbeda. Perbedaan ini terletk pada media yang digunakan.
Keuntungan
Publisitas:
·
Publisitas mengandung
kredibilitas tinggi di mata khalayak media
·
Khalayak
dianggap lebih mempercayai informasi publisitas yang dikemas dalam sajian
berita. Di mata khalayak, informasi atau berita tersebut adalah fakta yang
tidak direkayasa, yang menceritakan bukan perusahaan, tetapi media.
·
Publisitas tidak
membayar
·
Publisitas
memungkinkan cerita lebih detail tentang produk dan perusahaan
·
Dapat
menjelaskan “cacat produk”
Kekurangan
Publisitas:
·
Tidak dapat
terkontrol
·
Tidak dapat
mengontrol jenis informasi yang dimuat
1.4 PUBLISITAS
DAN PERIKLANAN
Dalam
beberapa hal, publisitas banyak dibandingkan dengan periklanan (advertising). Ini karena publisitas dan
periklanan adalah alat promosi yang menggunakan media massa.
Ciri-ciri
periklanan
·
Membayar (paid
form communication)
·
Kontrol tinggi
·
Kredibilitas
rendah
·
Tidak dapat
menjelaskan cacat produk
1.5 PUBLIC
RELATIONS BUKAN PUBLISITAS
Meski
publisitas menjadi andalan PR, namun bukan berarti PR terbatas hanya pada
aktivitas publisitas. Publisitas hanyalah alat yang digunakan PR untuk
mendukung tujuan manajemen. Bahkan divisi marketingpun sering menggunakan
publisitas sebagai salah satu strategi promosi dalam bauran promosi selain
periklanan.
Sering
salah sangka bahwa PR tak ubahnya sebagai marketing, yaitu memasarkan produk. Sebenarnya
fungsi PR lebih luas yaitu membangun dan mempertahankan citra perusahaan secara
keseluruhan. Terdapat beberapa perbedaan utama antara PR dan publisitas.
Pertama, PR adalah sebuah program yang tidak dibatasi dalam satu periode waktu.
Publisitas biasanya adalah strategi jangka pendek. Kedua, PR dirancang untuk
memberikan informasi positif tentang perusahaan dan biasanya dikendalikan oleh
perusahaan.
1.6 HIDDEN
ADVERTISING
Hidden
advertising adalah iklan yang disamarkan seperti berita. Saat ini tidak sedikit
perusahaan yang mengadaptasi prinsip “biarkan orang lain bercerita” ini dalam
strategi periklanan. Strategi kreatif iklannya menggunakan konsep bercerita.
Ini akan dijumpai dalam iklan “advertorial”, “testimoni”, dan iklan “adlib” di
radio.
Namun
demikian, fenomena ini tidak sedikit menimbulkan kerancuan. Sekarang sulit
membedakan mana berita yang murni berita dengan berita yang hasil pesanan
perusahaan (dibayar).
1.7 PERAN PUBLIC
RELATIONS WRITING
Seorang
PR bertanggungjawab membuat bermacam-macam media komunikasi. Tujuannya sebagai
sarana komunikasi dua arah dengan publiknya. Melalui media komunikasi tersebut,
semua program PR bisa menyebar dan dipahami publik. Media komunikasi PR antara
lain newsletter, bulleting, majalah dinding, company profile, press release,
backgrounders, naskah pidato, annual report maupun iklan korporat.
Secara
umum, PR writing merupakan aktivitas menulis yang didesain untuk membangun dan
menjaga hubungan positif dengan publik yang dapat mempengaruhi organisasi.
Karena itu, tujuannya adalah menginformasi dan memengaruhi sikap dan perubahan
perilaku publik.
1.8
PRODUK-PRODUK TULISAN
Seperti
disebut sebelumnya, media komunikasi PR berisi produk-produk tulisan. Media
tulisan dipilih karena sifatnya yang terekam dan dapat diulang-ulang dengan
mudah. Saat ini, produk-produk tulisan PR tidak hanya bisa disampaikan melalui
media konvensional tapi juga media online. Media konvensional adalah media yang
kita kenal selama ini, seperti media cetak dan media elektronika.
·
Siaran Pers (press release/news release), yaitu
informasi singkat tentang suatu event yang diadakan oleh perusahaan dan
disebarkan untuk dimuat di media massa.
·
Cerita Latar (backgrounders), informasi detail tentang
perusahaan sebagai pelengkap informasi yang dimuat press-release.
·
Iklan perusahaan
(corporate advertising), yaitu iklan
yang tujuannya bukan untuk menjual produk secara langsung, tetapi bertujuan
menjual citra perusahaan.
·
Majalah Dinding
(message board), yaitu informasi yang
ditulis dan ditempelkan di papan terbuka agar bisa dibaca karyawan atau publik
yang berkunjung.
·
NewsLetter,
yaitu penerbitan berkala dari perusahaan tentang aktivitas keseharian
perusahaan dan publiknya. Disebarkan secara internal atau eksternal.
·
Artikel dan
Editorial, yaitu tulisan-tulisan PR yang dimuat di kolom artikel atau opini
media massa.
·
Publikasi
Ringan, yaitu publikasi yang disampaikan melalui media nirmassa (selain media
massa), seperti poster, bulletin atau brosur.
·
Profil
Perusahaan (company profile), yaitu
gambaran terkini perusahaan secara lengkap dan dikemas secara menarik.
·
Laporan tahunan
(annual report), yaitu deskripsi
tentang apa saja yang dilaksanakan perusahaan termasuk laporan laba-rugi.
Biasanya menjadi bagian dari Company Profile)
·
Naskah Pidato
dan Presentasi, yaitu naskah tulisan yang dipresentasikan secara lisan.
1.9 EVALUASI (EDITING
& REWRITING)
Tahap
ini adalah tahap untuk melakukan cek terhadap hasil tulisan anda. Biasanya
Tulsan baru terlihat tidak sempurna bila dibaca kedua kalinya. Salah satu cara
evaluasi adalah secara berkala, PR melakukan riset terhadap hasil tulisannya
(misalnya bulletin, newletter, atau internal magazine). Riset tersebut antara
lain untuk mengetahui tingkat keterbacaan, yaitu apakah pembaca mudah memahami
isi bacaan, mengetahui motif dan tingkat kepuasan pembaca terhadap informasi
yang disampaikan maupun readership study (mencakup preferensi, rubik apa yang
paling digemari atau tracking media).
1.10 JENIS-JENIS
BERITA
Berdasarkan tema berita
·
Hard News
Berita hard news adalah berita yang bertemakan
peristiwa-peristiwa yang “berat”, controversial, berdampak besar bagi
masyarakat, dan termasuk disini adalah tema-tema berita yang “kurang
menyenangkan”. Contohnya, perang, bencana alam, kriminalitas, konflik,
kecelakaan, demonstrasi, dan lainnya. Karena sifatnya inilah, tidaklah heran
jika berita hard news sering dimuat sebagai headline di halaman depan surat
kabar.
·
Soft News
Berita softnews adalah berita yang temanya berkaitan
dengan peristiwa-peristiwa yang relative “ringan”, biasanya menyenangkan, dan
dampaknya terhadap masyarakat tidak terlalu besar. Disbanding hard news, sifat
aktualnya tidak terlalu besar. Biasanya unsure menarik yang mengunggah
emosional pembaca menjadi materi berita ini, misalnya kelucuan, unik atau
jarang terjadi. Contoh berita ini antara lain: berita pernikahan artis, kisah
sukses atlet, pembukaan pameran oleh pejabat, kelahiran anak singa di kebun
binatang, anak presiden makan di warung pinggir jalan, dan lain sebagainya.
Berdasarkan pola penulisan
·
Berita Langsung (Straight News)
Berita jenis ini mempunyai pola penulisan singkat,
ringkas, dan langsung. Unsur-unsur terpeting darai peristiwa harus langsung
disampaikan ke pembaca. Karena itu, aktualitas adalah unsure terpenting.
Tujuannya agar dapat menyampaikan berita secara cepat, artinya informasi yang
terpenting segera mungkin diketahui pembaca. Untuk menulis press release,
disarankan agar PR menulis dalam bentuk berita langsung.
·
Stop Press
Stop pres adalah berita yang sangat penting,
aktualitasnya tinggi, dan mempunyai nilai berita tinggi, eksklusif, sehingga
harus secepatnya dimuat tanpa menunda waktu. Biasanya berita jenis ini
dilakukan karena persaingan yang tinggi antarmedia. Prinsipnya “siapa cepat dia
yang unggul”. Ada yang menyebut sebagai “breaking news”.
·
Berita Spot (Spotnews)
Berita langsung yang dilaporkan dari tempat kejadian
atau wartawan langsung bertemu dengan kejadian yang dilaporkan.
·
Komentar
Posting Komentar